Postingan

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN - Pondasi Geraknya Pramuka

Prinsip Dasar Kepramukaan adalah landasan berpikir dan bertindak (pondasi) bagi seorang Pramuka. Sehingga, semua prinsip merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dalam pelaksanaanya, Prinsip Dasar Kepramukaan diibaratkan sebuah fondasi bangunan, semakin kuat ditanam, maka akan semakin kokoh bangunan tersebut, sehingga semakin dalam penjiwaan terhadap prinsip tersebut, semakin kokoh penghayatan dan pengamalan seorang Pramuka terhadap prinsip dasarnya. Prinsip Dasar Kepramukaan terdiri atas: Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; Peduli terhadap diri pribadinya; dan Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Kegiatan kepramukaan dilaksanakan dengan tidak bertentangan dengan 4 (empat) prinsip dasar kepramukaan di atas, artinya: §   Seorang Pramuka senantiasa beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menganut ajaran agama dan menjalankannya sesuai tuntunan a...

Yang Tak Kasat Mata Dari Kepramukaan

Dalam kepramukaan, jauh lebih banyak hal-hal tak kasat mata daripada yang kasat mata. Lebih banyak pelajaran tak terlihat dapat digali dari yang terlihat. Yang kasat mata adalah kain segitiga putih bertepi merah, yang tak kasat mata adalah Trisatya mengikat pramuka dalam menjalankan kewajibannya terhadap Tuhan YME, negara, sesama hidup, dan diri sendiri, untuk bertindak didasari kesucian niat dan dipagari keberanian bertindak benar sesuai Darma Pramuka (Dasadarma). Yang kasat mata adalah salam hormat dengan 5 jari rapat. Yang tak kasat mata adalah bahwa Pramuka memegang teguh Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Yang kasat mata adalah tepuk pramuka yang terdengar 13 kali tepukan; prok prok prok, prok prok prok - prok prok prok prok prok prok prok. Yang tak kasat mata adalah bahwa pramuka setia kepada janjinya (Trisatya) dan sanggup mengamalkan darma-nya (Dasadarma). Yang kasat mata adalah bernyanyi dan bermain. Yang tak kasat mata adalah bahwa Pramuka itu h...

Mudah Menghapal PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN

Dalam menjalankan aktivitasnya, pramuka memiliki empat prinsip yang menjadi pegangan, keempat prinsip tersebut dikiaskan dengan seorang-orang pramuka yang berdiri tegak dengan merentangkan kedua tangannya secara lurus horizontal. Arah kepala (ke atas),  mengiaskan bahwa kegiatan kepramukaan tidak pernah meninggalkan unsur keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Artinya berarti pramuka tidak pernah meninggalkan nilai-nilai ajaran agamanya dalam berkegiatan. Arah tangan (kanan-kiri),  mengiaskan bahwa kegiatan pramuka senantiasa mempedulikan sesama hidup dan alam lingkungannya. Artinya berarti pramuka senantiasa bersosialisasi dengan orang lain dan senantiasa berusaha menjaga keseimbangan alam dalam berkegiatan. Arah kaki (ke bawah),  mengiaskan bahwa pramuka peduli pada dirinya sendiri. Selalu berusaha menjaga kebersihan tubuhnya, menjaga kesehatannya. Bukan seperti lilin yang menerangi sekitarnya tetapi dirinya sendiri terbakar. Arah pusat (dada),  mengi...

Gerakan Pramuka: Martabatnya dalam Dimensi Pendidikan

Kepramukaan sejatinya memiliki tiga dimensi peran dalam menjalankan fungsinya sebagai wahana pembinaan kaum muda. Peran pertama ialah kepramukaan sebagai sebuah organisasi gerakan, peran kedua kepramukaan sebagai sebuah pendidikan, dan peran ketiga kepramukaan sebagai metode pembelajaran. Ketiga dimensi peran tersebut sesungguhnya merupakan dimensi yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan kepramukaan itu sendiri, jika dimainkan dalam porsidan posisi yang tepat. Sebagai gerakan, kepramukaan memiliki struktur organisasi Gerakan Pramuka dari Kwartir Nasional sampai gugus depan, memiliki dasar hukum berupa Keppres N0. 238 tahun 1961 dan Undang-Undang No. 12 tahun 2010, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dan siapapun dapat bergabung menjadi anggota Gerakan Pramuka tanpa pernah mengalami pendidikan kepramukaan. Sebagai sebuah pendidikan, kepra-mukaan memiliki peserta didik, tenaga pendidik (Pembina dan Pelatih), jenjang pendidikan dari siaga – penggalang – penegak – pandega...

DISIPLIN DAN KASIH SAYANG

Perahu hanya akan berputar jika kamu mendayung di satu sisi. Mendayunglah bergantian di kedua sisinya, maka perahumu akan melaju ke depan. Dua orang pembina pramuka (senior dan junior) bersampan di danau buatan dalam sebuah taman rekreasi di sela-sela waktu istirahat ketika mendampingi adik-adik didiknya melakukan darmawisata. Setelah bersampan kurang lebih sepuluh menit pembina junior mengadukan keluh kesahnya selama mendampingi adik-adik didiknya, ia berkeluh “Kak, mengapa adik-adik kita sekarang begitu susah diatur, tidak mau melakukan apa yang kita sampaikan kepada mereka (sambil terus menggerutu akibat perilaku adik-adik didiknya). Pembina senior mengangguk-angguk mendengarkan keluh kesah juniornya. Setelah si pembina junior puas mengutarakan uneg-unegnya, dengan tenang kakak pembina senior berucap “Dik, sekian lama kita bersampan kakak perhatikan perahu kita hanya memutar di tepian telaga. Cobalah kau dayung sesekali di sebalah kiri dan sesekali di sebelah kanan perahu. Kuperhati...

Pidato Bung Karno Pada 9 Maret 1961 di Depan Para Pemimpin Pandu Indonesia

Pidato PJM Presiden pada hari Kamis, tanggal 9 Maret 1961, djam 20.00 jang disampaikan kepada Para Pemimpin Pandu jang mewakili Organisasi-organisasi Kepanduan jang terdapat di Indonesia.   Saudara-saudara sekalian, Ada satu hal yang amat penting, jang hendak saja beritahukan kepada Saudara-saudara sekalian sebagai berikut: Saudara-saudara sekalian mengetahui, bahwa kita sekarang ini sedang didalam satu revolusi jang maha hebat. Malah satu revolusi jang sebagai saja kata-kan didalam salah satu pidato, lebih besar daripada revolusi lain-lain Bangsa; lebih besar daripada revolusi Amerika abad ke-18; lebih besar dari revolusi Perantjis – achir abad ke-18; lebih besar daripada revolusi Sovjet, ialah oleh karena revolusi kita ini satu revolusi jang kataku tempo hari ber-pantja¬muka, ja- revolusi Nasional, ja, revolusi poltik, ja, revolusi sosial, ja revolusi kebudajaan kultureel, ja, revolusi membangun manusia Indonesia baru; sedangkan revolusi-revolusi-jang lain itu adalah revo...

TRILOGI KEPRAMUKAAN

Kepramukaan mempunyai tiga dimensi peran dalam fungsinya sebagai wahana pembinaan kaum muda. Peran pertama ialah kepramukaan sebagai organisasi yang bersifat gerakan (A Movement) , peran kedua kepramukaan sebagai pendidikan (An Education) , dan peran ketiga kepramukaan sebagai metode pembelajaran (A Learning Methode) . Ketiga dimensi peran tersebut sesungguhnya merupakan dimensi-dimensi yang saling terkait dan melengkapi satu sama lain dalam upaya pencapaian tujuan kepramukaan itu sendiri, jika dijalankan dalam porsi dan posisi yang tepat. Sebagai organisasi yang bersifat gerakan, kepramukaan mempunyai struktur organisasi yang kokoh dari Kwartir Nasional di tingkat pusat,   Kwartir Daerah di tingkat provinsi, Kwartir Cabang di tingkat kabupaten/kota, Kwartir Ranting di tingkat kecamatan, sampai Gugus Depan yang saat ini hampir keseluruhan berpangkalan atau berada di satuan pendidikan formal (sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi). Keberadaan organisasi Gerakan Pramuka juga dipe...