Verba Volent Scripta Manent
Peribahasa Latin kuno menyatakan verba volent scripta manent. Arti dari kalimat tersebut intinya: “Apa yang terucap, akan segera lenyap. Apa yang tertulis akan menjadi abadi.” Kita tidak hidup sezaman dengan Chairil Anwar, namun kita "mengenal" namanya dari puisi-puisinya yang dituliskan. Kita tidak hidup sezaman dengan Kahlil Gibran, namun kita mengenal namanya dari sajak-sajak yang dituliskan. Kita tidak hidup sezaman dengan Sang Nabi, namun kita mengenal namanya dan mematuhinya dari kata-kata beliau yang dituliskan. Sejarah dikenang ribuan tahun karena dituliskan. Kata-kata itu pikiran yang disuarakan. Lukisan/relief itu pikiran yang digambarkan. Teks/Naskah itu pikiran yang dituliskan. Sedangkan angan-angan adalah pikiran yang tidak dilakukan. Pengetahuan dan pengalaman itu ibarat kuda liar. Pengikatnya ialah dengan menuliskannya.