Postingan

Reksabumi: Tanda Yang Sering Hanya Dianggap Pemandangan

Gambar
    Gunung Reksabumi berdiri kokoh, menjadi pusat pandangan mata di antara hijau hutan belantara. Ngarainya menjadi ukiran alam yang menambah pesona tampilannya. Keberadaannya menjadi sumber daya alam bagi penduduk desa di sekeliling kakinya. Reksabumi tidak pernah mengundang siapa pun. Ia hanya berdiri, menampilkan dirinya adanya. Seperti kebenaran yang tidak membutuhkan pengakuan. Namun entah karena angin apa. Pagi itu, tiga pemuda datang seolah terpanggil oleh sesuatu yang tidak mereka dengar melalui telinga, tetapi mengalir ke dalam pusat perasaan mereka. Seperti air yang turun dari dari langit, mengisi ngarai-ngarai di lereng Reksabumi, yang meneruskannya ke sungai-sungai, dan pada akhirnya berkumpul di samudera kehidupan. Bara berjalan di depan, membawa keyakinan bahwa dunia bisa dipahami. Nala berjalan di tengah, membawa pertanyaan yang tidak pernah selesai. Yasa berjalan di belakang, membawa iman yang tidak selalu tenang.   Di kaki gunung, mereka be...

Petualangan Regu Srigala (1)

Gambar
(1) API UNGGUN DAN PESAN RAHASIA Nyala api unggun masih menari perlahan, namun hangatnya merambat sampai ke dada. Kayu kering berderak, memercikkan bunga api kecil seperti kunang-kunang menari dalam gelap malam. Di sekelilingnya, lima Pramuka Penggalang duduk melingkar dengan seragam cokelat yang mulai berbau asap. Bagas menatap api itu lama. Sebagai pemimpin regu, ia selalu merasa punya tanggung jawab lebih—bukan hanya memastikan semua lengkap, tapi juga menjaga semangat anggotanya tetap menyala. “Sunyi sekali ya malam ini,” gumam Raka, memecah keheningan. “Justru di sini enaknya,” jawab Arya sambil menarik jaketnya. “Alam lagi bercerita”, sahut Damar sok puitis, sambil meletakkan ranting kering di samping api unggun yang terus membakar. Galih terkekeh. “Kalau alam sedang bercerita, biasanya besok kita disuruh jalan jauh.” Belum sempat tawa mereka selesai, langkah kaki terdengar mendekat. Dari balik bayangan tenda, sosok Pembina muncul. “Kak Pandu”, Bisik Galih kepada yang lai...

Puisi Pramuka

Gambar
  63 TAHUN TUNAS KELAPA Oleh Kak Roem   SALAM PRAMUKA!   Kakak-kakakku dan saudaraku Matahari menyapa kita dengan sinarnya Menembus kulit, sampai ke dasar hati Memberi arti, bahwa Tuhan maha pengasih   Hari ini, di sini, kita berdiri di pelukan ibu pertiwi Menguatkan hati, meneguhkan janji terhadap negeri Indonesiaku, kami jadi pandumu   Janji kami Bukanlah sekadar janji Janji kami adalah kehormatan diri   Kau melihat kami salam hormat lima jari Dalam hati kami berkata, AKU PRAMUKA INDONESIA MANUSIA PANCASILA   Kau melihat kami tepuk tangan tiga belas tepukan Dalam hati kami berkata, SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN   Kau melihat kami bermain dan bernyanyi Dalam hati kami berkata, PRAMUKA TAK KENAL RINTANGAN APA GUNA KELUH KESAH   Kau melihat setangan merah putih di leher kami Dalam hati kami berkata, BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI Enam puluh tiga tahun, Enam puluh tiga ...

Menyusun Program Latihan Pramuka

Gambar
  KEPRAMUKAAN sebagai pendidikan tersistem, terencana, dan progresif dilaksanakan dalam bentuk latihan rutin dan kegiatan kepramukaan lainnya. Sehingga, gugusdepan sebagai satuan pendidikan dan satuan organisasi kepramukaan perlu menyusun 2 (dua) program utama. Pertama, gugusdepan perlu menyusun program latihan. Program ini berorientasi pada pembekalan peserta didik agar mampu menempuh/menyelesaikan syarat kecakapan umum (SKU) sebagai kurikulum pendidikan kepramukaan. Kedua, gugusdepan perlu menyusun program kegiatan. Program ini berorientasi pada pengembangan keterampilan pramuka untuk meluaskan wawasan, menguatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perkembangan kekinian. Tulisan ini akan berfokus pada bagaimana menyusun program latihan (latihan rutin-mingguan). Program latihan berbentuk rencana kegiatan latihan yang dilaksanakan secara rutin setiap satu minggu sekali. Program latihan dapat juga disebut sebagai program mingguan. Untuk meraih hasil optimal dalam pembinaa...