Menyusun Program Latihan Pramuka

 


KEPRAMUKAAN sebagai pendidikan tersistem, terencana, dan progresif dilaksanakan dalam bentuk latihan rutin dan kegiatan kepramukaan lainnya. Sehingga, gugusdepan sebagai satuan pendidikan dan satuan organisasi kepramukaan perlu menyusun 2 (dua) program utama.

Pertama, gugusdepan perlu menyusun program latihan. Program ini berorientasi pada pembekalan peserta didik agar mampu menempuh/menyelesaikan syarat kecakapan umum (SKU) sebagai kurikulum pendidikan kepramukaan.

Kedua, gugusdepan perlu menyusun program kegiatan. Program ini berorientasi pada pengembangan keterampilan pramuka untuk meluaskan wawasan, menguatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perkembangan kekinian. Tulisan ini akan berfokus pada bagaimana menyusun program latihan (latihan rutin-mingguan).

Program latihan berbentuk rencana kegiatan latihan yang dilaksanakan secara rutin setiap satu minggu sekali. Program latihan dapat juga disebut sebagai program mingguan.

Untuk meraih hasil optimal dalam pembinaan pramuka, latihan rutin pramuka dilaksanakan dengan mengikuti 8 tahapan berikut:

1.      Pra Latihan;

2.      Upacara Pembukaan Latihan;

3.      Aktivitas Pembiasaan (Behavioristik);

4.      Praktik Keterampilan (Materi Inti Latihan);

5.      Pertemuan Satuan Kecil;

6.      Pertemuan Antarsatuan Kecil;

7.      Upacara Penutupan Latihan;

8.      Pasca Latihan.

Tahapan latihan rutin di atas, akan dijelaskan pada tulisan berikut.

1.   Pra Latihan (15 menit)

Ketika anggota berdatangan untuk mengikuti latihan, Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana) atau anggota dewan satuan yang ditugasi, mengondisikan mereka dalam sebuah aktivitas yang memungkinkan dapat diikuti anggota yang datang kemudian, misalnya permainan untuk mengecek kelengkapan anggota barung/regu/sangga. Aktivitas pra-latihan cocok dilakukan di luar ruangan. Orang yang bertanggung jawab atas aktivitas pra-latihan harus siap memulai 15 menit sebelum jadwal latihan yang ditentukan.

Saat kegiatan pra-latihan berlangsung, barung/regu/sangga yang mendapatkan tugas piket latihan saat itu mempersiapkan lapangan upacara dan perlengkapannya, ruang pertemuan dan perlengkapannya (apabila terdapat pertemuan indoor), dan melakukan hal lain yang harus dilakukan untuk mempersiapkan latihan.

 

2.   Upacara Pembukaan Latihan (10 menit)

Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana) mengumpulkan semua anggota, menginstruksikan mereka membentuk formasi barisan sesuai karakteristik golongan (lingkaran untuk siaga/ankare untuk penggalang/bershaf untuk penegak). Setelah formasi barisan terbentuk, Pemimpin Satuan Kecil (pinrung/pinru/pinsa) memberikan laporan kepada Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana) tentang kesiapan anggotanya mengikuti latihan.

Selanjutnya, Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana) melaporkan kepada Pembina bahwa upacara pembukaan latihan siap dimulai. Khusus bagi golongan penegak, laporan Pradana disertai pertanyaan apakah Kakak Pembina berkenan memimpin pelaksanaan upacara pembukaan latihan secara langsung atau diwakilkan? Jika Pembina berkenan memimpin pelaksanan upacara, Pradana mendampingi Pembina menuju lapangan upacara. Jika Pembina melimpahkan kepemimpinan upacara kepada Pradana, maka Pradana segera kembali untuk meneruskan pelaksanaan upacara pembukaan latihan. Barung/Regu/Sangga petugas piket upacara pembukaan latihan melaksanakan tugasnya mengibarkan bendera merah-putih dan mengucapkan Kode Kehormatan Pramuka yang diikuti semua anggota.

Pembina atau Pradana (untuk golongan penegak) membacakan teks Pancasila diikuti semua anggota, kemudian menyampaikan pengumuman tentang agenda latihan dan informasi lain yang perlu disampaikan, dilanjutkan memimpin doa bersama. Upacara selesai, dilanjutkan kegiatan latihan.

 

DETAIL susunan Upacara Pembukaan Latihan dapat dibaca dalam Keputusan Kwartir Nasional Nomor 178 Tahun 1979 Tentang Petunjuk Penyelanggaraan Upacara di Dalam Gerakan Pramuka.

 

3.   Pembiasaan (10 menit)

Untuk menguatkan sikap dan keterampilan tertentu, dapat dilakukan kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara teratur. Salah satu kegiatan pembiasaan yang dapat dilakukan untuk menguatkan sikap disiplin dan tanggung jawab, serta menguatkan keterampilan kepemimpinan adalah baris-berbaris. Gugus depan dapat menerapkan kegiatan pembiasaan lain sesuai kebutuhan dan kearifan masing-masing.

 

4.   Praktik Keterampilan (50 – 60 menit)

Bagian pertemuan ini difokuskan pada praktik keterampilan yang dibutuhkan untuk memenuhi Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), Syarat Kecakapan Pramuka Garuda (SPG) dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengikuti program kegiatan berikutnya, misalnya keterampilan yang dibutuhkan dalam pengembaraan atau perkemahan.

Mengingat dalam satu barung/regu/sangga terdapat anggota yang berbeda tingkatan. Maka, latihan keterampilan dapat dilakukan secara berkelompok sesuai tingkat kecakapan atau dapat pula tetap dipertahankan proses berlatih dalam satuannya.

Praktik keterampilan dipandu oleh Pembina, dapat pula dipandu oleh instruktur/narasumber yang berkompeten pada bidang keterampilan yang dimaksud. Praktik keterampilan dapat pula dipandu oleh Instruktur Muda yang cakap dalam keterampilan tertentu.  

 

5.   Pertemuan Satuan Kecil (10 – 15 menit)

Pertemuan satuan kecil (barung/regu/sangga), dimaksudkan untuk menguatkan kepemimpinan dalam lingkup yang lebih kecil. Pertemuan satuan kecil dapat diisi dengan aktivitas; mendata kehadiran/presensi, mengumpulkan iuran, merencanakan keterlibatan satuan kecil dalam kegiatan/pertemuan selanjutnya, menetapkan tugas khusus anggota satuan kecil, dan mengerjakan hal lain untuk kelancaran tugas satuan.

 

6.   Pertemuan Antarsatuan Kecil (10 – 15  menit)

Dipimpin oleh Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana). Pertemuan ini memungkinkan anggota satuan kecil berinteraksi satu sama lain dalam sebuah kompetisi atau dalam upaya kerjasama. Kegiatan tersebut dapat berupa permainan yang menguji keterampilan atau ketangkasan. Misalnya; perlombaan mendirikan tenda dengan benar, lomba ketangkasan antarsatuan kecil, atau kegiatan kompetitif lain yang membangun semangat anggota satuan.

 

7.   Upacara Penutupan Latihan (10 menit)

Pemimpin Satuan (sulung/pratama/pradana) mengumpulkan semua anggota, menginstruksikan mereka membentuk formasi barisan sesuai karakteristik satuan masing-masing. Setelah formasi barisan terbentuk, Pemimpin Satuan Kecil (pinrung/pinru/pinsa) menyampaikan laporan kepada Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana) tentang keadaan anggotanya selesai mengikuti latihan. Selanjutnya, Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana) melaporkan kepada Pembina bahwa upacara penutupan siap dimulai. Pemimpin Satuan Besar (sulung/pratama/pradana) mendampingi Pembina menuju lapangan upacara. Satuan Kecil petugas piket latihan melaksanakan tugasnya menurunkan bendera merah-putih dan membacakan reflrksi/renungan dan atau Sandi Ambalan (bagi golongan penegak).

Pembina memberikan refleksi hasil latihan dan penguatan tentang nilai-nilai kepramukaan.

Pemimpin Satuan Besar menyampaikan pengumuman tentang agenda minggu depan, dilanjutkan menutup upacara dengan memimpin doa bersama.

 

8.   Pasca Latihan

Selesai kegiatan latihan, barung/regu/sangga piket merapikan dan mengembalikan semua peralatan yang digunakan selama latihan ke tempat penyimpanan.

Kegiatan latihan rutin dapat dilakukan dalam retang waktu antara 90 sampai dengan 120 menit, meski tidak terdapat aturan baku tentang durasi latihan rutin.

Untuk memudahkan penyusunan program latihan, Pembina bersama dewan satuan dapat membuat tabel kegiatan latihan rutin seperti di bawah ini.

RENCANA LATIHAN RUTIN/MINGGUAN

Tanggal _________________ Minggu Ke _____

AKTIVITAS

DESKRIPSI

PETUGAS

WAKTU

Pra-Latihan

 

______ menit

 

Piket

...... - ......

Upacara Pembukaan

 

______ menit

 

 

...... - ......

Pembiasaan

 

______ menit

Sesuai kebutuhan dan kearifan gugusdepan.

Pemimpin Satuan Besar atau Instruktur Muda

...... - ......

Praktik Keterampilan

 

______ menit

Sesuai syarat kecakapan (SKU atau SKK)

Pembina atau Instruktur

...... - ......

Pertemuan Sangga

 

______ menit

 

 

...... - ......

Pertemuan

Antar-Sangga

 

______ menit

 

 

...... - ......

Upacara Penutupan

Refleksi Pembina Penegak

 

______ menit

Refleksi dan penguatan oleh Pembina.

Pembina Penegak

...... - ......

Pasca-Latihan

 

______ menit

 

Piket

...... - ......

 

 

SELAMAT BERLATIH!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APERSEPSI DALAM PELATIHAN

Sejarah Kepramukaan Dunia